Tes Substansi Bagi Bakal Calon Kepala Sekolah Kabupaten Klaten

Tes Substansi Bagi Bakal Calon Kepala Sekolah Kabupaten Klaten

Adanya kekosongan formasi kepala sekolah di beberapa sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten menimbulkan keprihatinan tersendiri utamanya bagi para pelaku pendidikan. Mengingat pentingnya peran kepala sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat,  Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten pun segera bertindak. Hal ini diawali dengan perekrutan bakal calon kepala sekolah melalui seleksi administratif kemudian dilanjutkan dengan seleksi akademik/substansi, dan pendidikan pelatihan.

Dalam seleksi administratif dilakukan penyaringan terhadap bakal calon kepala sekolah yang memenuhi kriteria administratif di antaranya adalah guru dengan pengalaman mengajar  sedikitnya 5 (lima) tahun, berijazah S1, telah bersertifikat pendidik, menduduki pangkat/golongan sekurangnya III/c, sehat jasmani dan rohani, berperilaku baik, direkomendasikan oleh kepala sekolah, dan berusia maksimal 55 tahun. Dari hasil penyaringan ini diperoleh sebanyak 134 bakal calon kepala sekolah (Balon CKS) yang terdiri dari Balon CKS SD dan Balon CKS SMP yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Klaten

Tindak lanjut rekrutmen ini adalah dilaksanakannya seleksi substansi bagi Balon CKS yang terjaring. Seleksi ini bertujuan untuk menilai kemampuan, kekuatan, kesanggupan, dan kemampuan kepemimpinan Balon CKS yang memungkinkan untuk dikembangkan. Seleksi substansi ini diikuti oleh 134  peserta dari SD dan SMP. Kegiatan  dilaksanakan pada hari Senin s.d. Rabu tanggal 26, 27, dan 28 Oktober 2020 bertempat di Gedung LPMP Jawa Tengah Jalan Kyai Mojo Srondol Kulon Semarang.

Rangkaian kegiatan tes substansi bagi Balon CKS  ini dibuka langsung oleh Kepala LPMP Jateng dengan dihadiri oleh para peserta dan assesor dari berbagai lembaga yang ditunjuk di antaranya dari Perguruan Tinggi dan LP2KS. Dalam kegiatan ini diharapkan para Balon CKS bisa mengikuti semua rangkaian tes mulai dari psikotes, tes tertulis, dan juga tes wawancara. Kepala LPMP juga berharap agar para peserta mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengaktualisasikan kemampuan dirinya dalam berproses menjadi seorang leader yang nantinya akan memimpin satuan pendidikan.

Psikotes dilaksanakan pada hari pertama, tepatnya setelah upacara pembukaan selama kurang lebih 90 menit (pukul 15.30 s.d. 15.00 WIB). Dalam psikotes ini peserta diwajibkan menyelesaikan beberapa materi tes yang bertujuan di antaranya untuk mengukur stabilitas emosional, ketepatan dalam mengambil keputusan, penilaian karakter, mengukur kemampuan verbal, dan kemampuan menyesuaikan diri dalam keadaan tertentu. 

Selanjutnya, masih di hari yang sama, dilaksanakan tes tertulis yang dilaksanakan pada malam hari seusai makan malam yaitu pukul 19.00-21.00 WIB bertempat di aula utama. Materi tes tertulis ini tidak berbentuk soal-soal yang sifatnya teoretis tentang tupoksi kepala sekolah namun lebih mengukur kemampuan CKS dalam mengidentifikasi masalah, mengambil keputusan dan strategi peningkatan mutu sekolah.

Keesokan harinya yaitu pada hari Selasa, 27 Oktober 2020 dilanjutkan tes wawancara.  Tes ini dilaksanakan pada pukul 08.00 sampai dengan selesai dan setiap peserta  diwawancarai oleh dua orang assesor dengan durasi waktu kurang lebih 30 menit. Tes wawancara ini menggali kemampuan Balon CKS dalam menyikapi permasalahan di sekolah dengan materi tes yang berkaitan dengan materi tes tertulis sebelumnya. Tujuannya adalah mengkonfirmasi, mengklarifikasi, dan menggali lebih jauh jawaban tertulis yang telah disampaikan oleh Balon CKS sehingga assesor bisa memutuskan apakal Balon CKS tersebut layak mengikuti Diklat CKS selanjutnya.

Baik materi tes tertulis maupun tes wawancara ini seputar pengetahuan, penguasaan, dan keterampilan  kelima dimensi kompetensi calon kepala sekolah meliputi dimensi kompetensi kepribadian, sosial, kewirausahaan, manajerial, dan supervisi. Adapun tujuan dari kedua tes ini adalah untuk menggali berbagai potensi yang dimiliki oleh peserta yang memungkinkan untuk dikembangkan di satuan pendidikan masing-masing. Di samping itu juga untuk mengetahui seberapa besar komitmen Balon CKS dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah di satuan pendidikan kelak.

Pada hari ketiga, yaitu hari Rabu, 28 Oktober 2020 dilaksanakan upacara penutupan kegiatan yang dilaksanakan di Aula Utama Gedung  LPMP Jateng. Dalam laporannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa dari 134 Bakal Calon CKS dari Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten yang telah  mengikuti Seleksi Substansi di LPMP Jateng dinyatakan lulus sebanyak 92 Balon CKS atau 69% dari keseluruhan Balon CKS. Seluruh Balon CKS yang dinyatakan lulus ini  berhak untuk mengikuti tahapan selanjutnya yaitu berupa Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala sekolah atau disebut dengan Diklat CKS. 

Pelaksanaan Diklat CKS ini bersifat wajib karena  mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Dalam peraturan ini ditegaskan bahwa Calon Kepala Sekolah harus lulus Pelatihan Calon Kepala Sekolah, sedangkan Kepala Sekolah yang sedang menjabat dan belum memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah. 

11 komentar:

  1. Doa suksez untuk CKS,Bu Nanik Sh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih dan supportnya,,,, sukses kembali

      Hapus
  2. Wah keren bu. Guru Paninggaran, memang keren. 👍👍👍

    BalasHapus
  3. Semangatt....
    Semoga sukses!! 👍💪

    BalasHapus
  4. Lha kuwi kansaku kabiyeh, kok aku gak dijak ki pizyeeeeeee...
    😁😁😁

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.